Anda sudah memutuskan untuk menggunakan SEO sebagai salah satu metode pemasaran. Biasanya muncul pertanyaan, apakah benar SEO itu gratis? Kalau tidak gratis, sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan SEO pada sebuah website? Di sini, kita membahas biaya dan ROI SEO untuk perusahaan.
Artinya, bagi Anda yang memiliki usaha, baik skala kecil, menengah, maupun startup, tentu membutuhkan anggaran pemasaran. SEO juga termasuk di dalamnya. Dalam artikel ini kita akan membahas, berapa biaya umum untuk membangun dan menjalankan SEO pada website, lalu berapa besar ROI atau return on investment yang bisa didapatkan.
Artikel ini cocok untuk Anda yang merupakan pemilik perusahaan atau startup, tim pemasaran, atau karyawan yang ingin melakukan switch career ke dunia digital marketing. Jadi, sebelum masuk lebih jauh, Anda perlu memahami dulu poin-poin penting dalam SEO pemasaran itu seperti apa sebenarnya.
SEO untuk Bisnis Perusahaan
Secara sederhana, SEO adalah cara agar website atau halaman Anda tampil di hasil pencarian teratas. Sederhananya lagi, bagaimana website Anda bisa menjadi nomor satu atau minimal masuk tiga besar di Google. Itu pemahaman dasarnya bagi orang awam.
Namun, jika Anda berbicara secara profesional di dunia pemasaran, ranking tiga besar memang penting, tapi bukan satu-satunya tujuan. Karena yang sebenarnya Anda kejar adalah visibilitas.
Visibilitas artinya bagaimana halaman produk atau brand Anda bisa menjangkau audiens yang lebih luas. Maksudnya bagaimana website Anda bisa muncul di banyak kata kunci. Jadi kalau disederhanakan, bagaimana supaya website Anda “FYP” atau viral. Memang dalam SEO tidak ada istilah viral, tapi untuk memudahkan pemahaman, kita pakai istilah itu.
Dalam konteks SEO, viral artinya satu halaman bisa ranking di banyak kata kunci. Perlu diketahui, satu halaman bisa mendapatkan ranking untuk 10, 20, 30, bahkan sampai ratusan atau ribuan query. Itu terjadi jika halamannya benar-benar berkualitas dan disukai Google. Itulah yang bisa disebut sebagai viralitas dalam SEO.
Tadi kita berbicara tentang visibilitas. Setelah visibilitas, tahap berikutnya adalah konversi, lalu keuntungan. Dari sini Anda mulai bisa memikirkan bagaimana menyusun anggaran atau budget untuk biaya SEO.
Baca juga: SEO untuk Startup: Panduan Mendapat Traffic Penjualan dari Website
SEO Specialist Masih Diperlukan
Pada tahun 2026, SEO memang menghadapi tantangan baru. Google sekarang tidak hanya menampilkan hasil organik, tetapi juga AI Overviews. Artinya, pengguna sering kali sudah mendapatkan ringkasan jawaban langsung di halaman Google tanpa harus membuka website.
Ini tentu menjadi tantangan. Lalu, apakah SEO masih penting? Justru tetap penting. Karena perusahaan tetap harus berkompetisi di sana. Kalau Anda berpikir SEO sudah tidak relevan karena ada AI, maka perlu dipertimbangkan lagi.
Sebab SEO dan AI saling berhubungan. Ini adalah thought leadership SEO yang sudah mengintegrasikan generative engine optimization (GEO), yaitu optimasi agar brand juga muncul di platform AI seperti ChatGPT selain di Google.
Pada dasarnya, tidak banyak perubahan dalam skill. Seorang SEO tetap fokus membuat konten yang mudah dibaca, mudah diringkas, valid, dan jelas konteksnya. Konten seperti itu juga yang dipahami dengan baik oleh model AI.
Jadi kalau Anda berpikir tidak membutuhkan SEO spesialis, sebaiknya dipikir ulang. Anda tetap membutuhkan SEO spesialis, dan di situlah ada biaya SEO yang harus dikeluarkan.
Apa Sebenarnya yang Anda Bayar dalam SEO?
Sebenarnya tidak ada yang benar-benar gratis. Tetap ada biaya operasional seperti hosting, server, tools, dan tenaga kerja. Jika Anda pecah, biaya SEO bisa dibagi menjadi tiga bagian:
1. Biaya untuk SEO On-Page
Berkaitan dengan optimasi konten di dalam website seperti struktur artikel, penggunaan keyword, kualitas tulisan, internal linking, dan search intent.
| Layanan | Biaya Per Artikel | Catatan |
|---|---|---|
| Penulisan artikel SEO dasar | Rp20.000 – Rp50.000 | Artikel 800–1.200 kata, keyword research sederhana |
| Penulisan artikel SEO menengah | Rp100.000 – Rp300.000 | Artikel 1.200–2.000 kata, struktur SEO lengkap |
| Penulisan artikel premium | Rp500.000 – Rp3.000.000+ | Deep keyword research, intent mapping, E-E-A-T |
| Optimasi internal linking | Rp500.000 – Rp1.000.000 / page | Penyusunan internal link sesuai silo |
| Analisis search intent + rekomendasi struktur konten | Rp1.000.000 – Rp2.500.000 | Per page atau per cluster kecil |
2. Biaya untuk SEO Off-Page
Berkaitan dengan link building dan otoritas domain. Biaya di sini bisa signifikan tergantung kualitas media dan strategi distribusi.
| Layanan | Rentang Biaya | Keterangan |
|---|---|---|
| Outreach Manual + Guest Post (DA menengah) | Rp100.000 – Rp3.000.000 per link | Media lokal / blog niche relevan |
| Guest Post di Media Menengah | Rp1.000.000 – Rp10.000.000 per link | Situs berita/blog besar Indonesia |
| Press Release Berbayar | Rp2.000.000 – Rp25.000.000 per rilis | Tergantung jangkauan media, apakah sebatas lokal atau nasional |
| Backlink dari Direktori & Bookmarking Berkualitas | Rp200.000 – Rp800.000 per link | Kualitas rata-rata, namun rawan penalti dari Google |
| Backlink Edu/Org (relatif sulit) | Rp5.000.000 – Rp15.000.000 per link | Tinggi otoritas & relevan, namun rawan penalti dari Google |
| Paket Link Building Bulanan | Rp1.000.000 – Rp20.000.000+ | 5–20 backlink/penempatan per bulan, sangat tidak direkomendasikan |
3. Biaya Technical SEO
Ini berkaitan dengan kecepatan website, keamanan, mobile optimization, indexing, crawling, dan struktur URL.
| Jenis Layanan | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Technical SEO Audit (one-time) | Rp3.000.000 – Rp10.000.000 |
| Perbaikan Teknis (skala kecil–menengah) | Rp5.000.000 – Rp20.000.000 |
| Optimasi Kecepatan Website (Core Web Vitals) | Rp3.000.000 – Rp15.000.000 |
| Schema Markup | Rp500.000 – Rp5.000.000 |
| Perbaikan Struktur URL & Redirect Mapping | Rp1.000.000 – Rp10.000.000 |
| Retainer Technical SEO Bulanan | Rp5.000.000 – Rp25.000.000 |
Data ROI SEO Berdasarkan Industri (Rata-Rata 3 Tahun)
Berdasarkan data kampanye SEO Q1 2021 hingga Q3 2025 yang dirilis oleh First Page Sage, berikut rata-rata ROI dan waktu break-even:
| Industri | ROI | Waktu Break-Even |
| Addiction Treatment | 736% | 8 bulan |
| B2B SaaS | 702% | 7 bulan |
| Biotech | 788% | 8 bulan |
| Construction | 681% | 5 bulan |
| eCommerce | 317% | 9 bulan |
| Financial Services | 1.031% | 9 bulan |
| Legal Services | 526% | 14 bulan |
| Manufacturing | 813% | 9 bulan |
| Real Estate | 1.389% | 10 bulan |
Secara umum, sebagian besar industri mencapai break-even dalam 6–12 bulan di mana performa puncak biasanya terjadi di tahun kedua dan ketiga.
ROI Berdasarkan Jenis Layanan SEO
Laporan tersebut juga membagi ROI berdasarkan tipe layanan:
1. Technical SEO
ROAS: 1.35
ROI: 117%
Break-even: 6 bulan
2. Basic Content Marketing
ROAS: 1.05
ROI: 16%
Break-even: 15 bulan
3. Thought Leadership SEO (Strategic + GEO + High-End Content)
ROAS: 9.10
ROI: 748%
Break-even: 9 bulan
Dari data ini terlihat bahwa pendekatan SEO yang strategis, konsisten, dan berbasis thought leadership menghasilkan ROI jauh lebih tinggi dibandingkan pendekatan yang hanya sekadar menulis artikel rutin tanpa strategi mendalam.
First Page Sage menggunakan dua pendekatan, yaitu ROAS (Return on Advertising Spend) di mana Gross Revenue ÷ Biaya SEO. Lalu, ROI (Return on Investment) Net Profit ÷ Biaya SEO × 100%
Break-even dihitung dari waktu ketika net revenue sudah melampaui total biaya kampanye.
Demikian artikel ini membahas biaya dan ROI-nya itu. Jika Anda ingin mengetahui lagi lebih dalam lagi banyak tentang SEO silakan baca artikel menarik dari kami.